| |
Materi pokok
Masing-Masing Bidang
Materi pokok masing – masing bidang secara garis besar
dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Bidang Pemerintahan Umum
Studi bidang pemerintahan ini mencakup sistem pemerintahan pusat
dan pemerintahan daerah. Dibahas visi dan misi pemerintahan dalam
menghadapi era globalisasi dalam kaitannya dengan Ipoleksosbud;
dibahas kebijaksanaan publik, policy analisis, konsistensi hubungan
pusat dan daerah; isu tentang desentralisasi dan otonomi daerah;
isu otonomi bertingkat dan peletakan titik berat otonomi daerah
pada daerah tingkat II, dan bagaimana eksistensi daerah tingkat
II setelah peletakan titik berat yang efektif dan efisien dihubungkan
dengan asas – asas penyelenggaraan pemerintahan seperti devolusi,
dekonsentrasi dan model – model lainnya, asas – asas
“kepatutan dalam pemerintahan” (behoorlijk bestuur)
dikaitkan dengan dasar etika dan moral serta budi pekerti yang luhur,
profesional dalam manajemen dan birokrasi pemerintahan, juga menjadi
perhatian yang penting dalam studi bidang pemerintahan.
^Kembali ke atas
2. Bidang Keuangan Pusat dan Daerah
Studi bidang keuangan pusat dan daerah membahas berbagai pangatahuan,
baik teori maupun kebijaksanaan dalam rangka penerapan praktis dalam
pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah. Dalam pembahasan
masalah keuangan negara dan daerah mengacu pada peraturan perundang-undangan
yang mengatur tentang kebijaksanaan keuangan; isu tentang perimbangan
keuangan antara pusat dan daerah dalam kaitannya dengan kemandirian
daerah dalam rangka pelaksanaan azas desentralisasi dan otonomi
daerah. Studi bidang keuangan ini mengkaji pula bagaimana mewujudkan
kemampuan pemerintah daerah menggali sumber-sumber pendapatan asli
daerah, pajak dan retribusi daerah; peranan subsidi pusat kepada
daerah yang kesemuanya mengacu kepada upaya menunjang kemandirian
daerah. Masalah yang berkaitan dengan asas penyelenggaraan pemerintah,
yaitu asas desentralisasi, dekonsentrasi dan asas tugas pembantuan
(medebewind) adalah juga masalah yang akan menjadi pembahasan dalam
studi ini, terutama kaitannya dengan strategi pembiayaan daerah,
sistem alokasi subsidi dalam bentuk block grants dan spesific grants;
peranan subsidi dalam negara kesatuan, dan kaitan subsidi dengan
kemandirian daerah.
^Kembali ke atas
3. Bidang Pembangunan Daerah
Dalam studi pembangunan daerah ini mengacu kepada satu pemikiran
bahwa pembangunan daerah ini mengacu kepada satu pemikiran bahwa
pembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional
diarahkan untuk mengembangkan daerah dan menyerasikan laju pertumbuhan
antar daerah, pembangunan desa dan masyarakat pedesaan, serta pembangunan
perkotaan, dan keserasian pembangunan antar sektor; dengan pendekatan
pengembangan wilayah secara terpadu. Untuk menyerasikan laju pertumbuhan
antar daerah yang seimbang, diupayakan agar investasi lebih diarahkan
kearah daerah potensial khususnya percepatan. Pembangunan Kawasan
Timur Indonesia (KTI), untuk membantu daerah terpencil, daerah minus,
daerah kritis, daerah perbatasan dan daerah terbelakang lainnya,
yang disesuaikan dengan potensi daerah yang bersangkutan serta karakteristiknya
yang merupakan perwujudan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional,
merupakan prioritasuntuk dibahas dalam studi ini.
Dalam pada itu upaya pembangunan daerah tidak terlepas dari tujuan
untuk meningkatkan taraf hidup dan kapasitas masyarakat didaerah;
memperluas usaha dan kesempatan kerja; serta meningkatkan kemampuan
dan kompetensi sumber daya manusia. Dalam kaitan dengan peningkatan
ketahanan dan daya saing perekonomian dalam era globalisasi. Pembangunan
daerah berperan melalui pemberdayaan masyarakat. Peningkatan otonomi
daerah, peningkatan investasi, peningkatan keterampilan dan manajemen
pembangunan.
^Kembali ke atas
4. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur
Aparatur merupakan seluruh perangkat birokrasi yang meliputi aparatur
kenegaraan dan pemerintahan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Karenanya, pengembangan sumber daya manusia aparatur ini diarahkan
kepada terwujudnya peningkatan kemampuan aparat, lembaga kenegaraan
dan lembaga pemrintahan negara serta ketatalaksanaannya agar mampu
menjamin kelancaran dan keterpaduan tugas dan fungsi penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan.
Dengan demikian, studi bidang ini diarahkan kepada peningkatan
kualitas aparat negara dan pemerintah yang efektif dan efisien,
profesional, terbuka bersih dan berwibawa / terpercaya, tanggap
terhadap aspirasi rakyat dan perubahan lingkungan strategis, serta
mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat.
^Kembali ke atas
5. Bidang Pengembangan Wilayah (Regional
Development)
Studi bidang pengembangan wilayah akan membahas ilmu kewilayahan
(regional science) serta konsep – konsep model dan pendekatan
perwilayahan (regional development) yang subtansinya dikaitkan dengan
potensi dan sumber daya dalam kaitannya dengan pengembangan wilayah.
Secara konseptual studi bidang pengembangan wilayah pada dasarnya
mengacu kepada rencana tata ruang wilayah dan prinsip – prinsip
pengembangan wilayah administratif dan pemerintahan. Masalah hubungan
antara wilayah, kota dan desa, antar pulau pemekaran dan re-grouping
wilayah dalam rangka program perwilayahan (regionalisasi) menjadi
perhatian dalam studi bidang ini, yang dikaitkan dengan faktor –
faktor sosial budaya, politik, ekonomi, hukum, hankam dan sebagainya.
Konsep wawasan nusantara sebagaimana GBHN dalam rangka memlihara
dan mengembangkan kesatuan dan persatuan bangsa adalah juga menjadi
acuan dalam studi ini.
Bidang studi pengembangan wilayah ini akan difokuskan kepada pendekatan
pengembangan yang bernuansa lintas sektoral, lintas wilayah administratif
dan lintas disiplin dalam konteks pembangunan dan pemerintahan disingkat
pusat, regional dan daerah.
^Kembali ke atas
6. Bidang Manajemen Pemerintahan
Dibidang studi ini akan dibahas aspek – aspek Manajemen Pemerintahan,
baik sebagai ilmu pengetahuan (knowledge; science), sebagai suatu
proses dan prosedur dalam penyelenggaraan pemerintahan, yang berkaitan
dengan asas – asas penyelenggaraan sistem pemerintahan, sebagai
kepemimpinan (leadership) dengan mengembangkan konsep kepermimpinan
yang tepat dalam menyelenggarakan pemerintahan. Aspek lain yang
perlu dikaji adalah manajemen pemerintahan sebagai suatu career
development yang dapat dikembangkan sebagai suatu professi dalam
penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam studi ini juga akan dikaji tentang manajemen pemerintahan
dari segi dedikasi, psikologi dan moral professi, sehingga akan
mendudukkan manajemen pemerintahan sebagai tempat pengabdian dalam
upaya mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien, serta mempunyai
nilai – nilai kepatutan dalam penyelenggaraan pemerintahan
(behoorlijk-bestuur; good governance).
Dengan perkataan lain tidak semua orang dapat menduduki suatu posisi
dalam pemerintahan tanpa memiliki ilmu, kepemimpinan, dedikasi dan
moral – professi yang disyaratkan.
^Kembali ke atas
7. Bidang Kebijakan Publik
Dalam bidang studi kebijakan publik ini akan dibahas aspek-aspek
kebijakan publik baik sebagai ilmu pengetahuan maupun dibuat untuk
memecahkan masalah publik di masyarakat yang begitu banyak macam,
variasi dan intensitasnya. Karena itu tidak semua masalah publik
bisa melahirkan suatu kebijakan publik. Hanya masalah publik yang
dapat menggerakan orang banyak untuk memikirkan dan mencari solusinya
yang bisa menghasilkan sebuah kebijakan publik (only those that
move people to action become policy problems).
|